Kembali ke Cheer Board

Cerita dari R***** N******

Dibagikan pada 17 September 2026

Bab yang Tidak Pernah Kami Tahu Akan Kami Rindukan

Ada satu hal yang tidak pernah diberitahukan siapa pun kepada kami tentang menjadi orang tua.

Bahwa anak-anak akan tumbuh jauh lebih cepat daripada yang mampu hati kita terima.

Dulu, kami menunggumu bisa berjalan.

Kami menggenggam kedua tangan kecilmu, membantu tubuhmu yang masih goyah berdiri di atas kedua kakimu. Setiap satu langkah yang berhasil kamu ambil terasa seperti sebuah pencapaian besar.

Kami tertawa.

Kami bertepuk tangan.

Kami memanggil namamu.

Dan ketika kamu terjatuh, kami buru-buru mengangkatmu.

Saat itu kami berpikir, suatu hari nanti kamu akan bisa berjalan sendiri.

Kami tidak pernah berpikir bahwa suatu hari nanti, kamu benar-benar akan berjalan sendiri.

Tanpa tangan kami.


Dulu, kami menunggumu bisa berbicara.

Kami menebak-nebak suara yang keluar dari mulutmu.

Apakah itu kata pertama?

Apakah kamu sedang memanggil kami?

Apakah kamu sedang mencoba menceritakan sesuatu?

Kemudian kata-kata itu datang.

Satu demi satu.

Dan rumah yang sebelumnya begitu tenang berubah menjadi tempat penuh pertanyaan.

“Kenapa?”

“Ini apa?”

“Kenapa begitu?”

“Kenapa?”

Lalu sekali lagi.

“Kenapa?”

Kadang kami lelah menjawabnya.

Kadang kami hanya ingin menikmati beberapa menit dalam keheningan.

Tetapi mungkin suatu hari nanti, ketika rumah kembali sunyi, kami akan merindukan semua pertanyaan itu.

Kami akan merindukan suara kecil yang dahulu memenuhi setiap sudut rumah.


Ada banyak hal yang kami lakukan untukmu tanpa pernah kamu minta.

Kami terbangun ketika kamu menangis.

Kami khawatir ketika kamu demam.

Kami membersihkan kekacauan yang kamu buat.

Kami mengulang cerita yang sama berkali-kali.

Kami membelikan sesuatu yang kamu sukai meskipun sebenarnya tidak perlu.

Kami memelukmu ketika kamu takut.

Dan terkadang, kami memarahimu.

Bukan karena kami tidak menyayangimu.

Justru karena kami terlalu menyayangimu, meskipun mungkin cara kami menunjukkannya tidak selalu sempurna.

Kami adalah manusia yang sedang belajar menjadi orang tua.

Kami bisa salah.

Kami bisa kehilangan kesabaran.

Kami bisa mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak kami katakan.

Dan mungkin kelak, ketika kamu sudah cukup besar, kamu akan menemukan bahwa orang tuamu ternyata tidak sesempurna yang pernah kamu bayangkan.

Tidak apa-apa.

Karena kami juga sedang belajar.

Sama seperti kamu.


Ada malam-malam ketika kami melihatmu tidur.

Wajahmu terlihat begitu tenang.

Tidak ada pertanyaan.

Tidak ada tangisan.

Tidak ada kekacauan.

Hanya seorang anak kecil yang sedang bermimpi.

Dan pada saat seperti itu, kami sering bertanya dalam hati:

Secepat inikah kamu tumbuh?

Rasanya baru kemarin kami pertama kali menggendongmu.

Baru kemarin tanganmu begitu kecil sampai bisa menggenggam satu jari kami.

Baru kemarin kami belajar bagaimana cara mengganti popokmu.

Baru kemarin kami takut melakukan sesuatu yang salah.

Tapi sekarang...

kamu sudah berlari.

Sudah tertawa.

Sudah punya keinginan sendiri.

Sudah mulai mengenal dunia yang jauh lebih luas daripada rumah ini.


Mungkin itulah bagian tersulit dari menjadi orang tua.

Bukan melihat anak tumbuh.

Tetapi menyadari bahwa setiap pertumbuhan berarti ada sesuatu yang perlahan harus kami lepaskan.

Kami harus melepaskan tanganmu agar kamu belajar berjalan.

Melepaskanmu dari pelukan agar kamu belajar berdiri.

Membiarkanmu mencoba agar kamu belajar dari kesalahan.

Dan suatu hari nanti...

mungkin kami harus membiarkanmu pergi.

Bukan karena kami tidak ingin kamu tinggal.

Tetapi karena sejak awal, kamu memang tidak pernah datang ke dunia untuk menjadi milik kami selamanya.

Kamu datang untuk menjadi dirimu sendiri.

Kami hanya mendapat kehormatan untuk menemanimu di beberapa halaman pertama.


Karena itu, jika suatu hari nanti kamu membaca tulisan ini ketika sudah dewasa, kami ingin kamu tahu satu hal.

Kami mungkin tidak selalu mengingat semua mainan yang pernah kamu miliki.

Kami mungkin lupa pakaian apa yang pernah kamu pakai.

Kami mungkin tidak ingat setiap makanan yang pernah kamu makan.

Tetapi kami akan selalu mengingat bagaimana rasanya ketika tangan kecilmu pertama kali menggenggam tangan kami.

Kami akan mengingat tawamu.

Kami akan mengingat suara langkah kecilmu.

Kami akan mengingat bagaimana kamu berlari menghampiri kami.

Kami akan mengingat malam-malam ketika kami duduk di samping tempat tidurmu dan memastikan kamu baik-baik saja.

Kami akan mengingat semua hal kecil yang saat itu terasa biasa.

Karena ternyata...

hal-hal kecil itulah yang suatu hari menjadi hal-hal terbesar yang kami rindukan.

Jadi tumbuhlah.

Berlari sejauh yang kamu mau.

Bermimpilah setinggi yang kamu bisa.

Temukan dunia yang ingin kamu lihat.

Buatlah kesalahan.

Belajarlah.

Jatuhlah.

Bangkitlah.

Dan tulislah ceritamu sendiri.

Kami tidak akan meminta halamanmu selalu sama dengan halaman kami.

Kami hanya berharap, di antara begitu banyak bab yang akan kamu tulis nanti, kamu selalu mengingat satu hal:

Pernah ada dua orang yang sangat bahagia hanya karena kamu ada.

Dan bagi kami...

kamu akan selalu menjadi bab paling indah yang pernah Tuhan izinkan kami baca.

Chapter of Cheers.

Because every little moment deserves a chapter.